MUQADDIMAH
SILSILAH KELUARGA BESAR LURAH GEDE
PLUMBON CIREBON
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ،
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
١٠٢
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا
وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ
إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
١
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ٧٠
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ٧١
وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
أما بعد
Yang kami hormati para keluarga besar nasab Lurah Gede Plumbon Cirebon
yang tercantum dalam silsilah sebelumnya hasil karya fii sabilillah
pendahulu atau sesepuh kami Bapak H. A Dasuki rahimahullah,
yang semoga selalu dimuliakan Allah Azza wa Jalla.
Bersama ini mohon izin dan ma’afnya kami menyampaikan bahwa demi
menyambung silaturrahim keluarga secara berkesinambungan untuk
generasi penerus nasab, kami membuat silsilah dengan metode digital
melalui website.
Adapun pembuatan silsilah dengan metode digital ini sebelumnya telah
dimusyawarahkan dengan ahli waris perintis pembuat risalah sebelumnya.
Semoga dengan izinnya dapat bermanfaat untuk mewujudkan kemudahan
dalam mengakses silsilah keluarga dan menyempurnakannya untuk tahap
selanjutnya secara berkesinambungan.
Kami mengharapkan pula dengan kemudahan mengakses silsilah keluarga
besar ini, akan membuka wawasan kita bahwa kita dapat lebih mudah
mengetahui kerabat dalam lingkungan nasab kita bersama.
Demikianlah sambutan tertulis yang dapat kami sampaikan dengan diiringi
permohonan do’a untuk kami agar silsilah ini dapat bermanfa’at untuk
menyambung silaturrahim berdasarkan Surat An-Nisaa ayat 1 tersebut diatas.
Demi untuk penyempurnaan silsilah digital dimaksud kami sangat
mengharapkan masukkan yang positif untuk menilai dan arahannya dari
para keluarga besar nasab di dalam silsilah digital ini.
Akhirul kalam kami akhiri sambutan ini dengan i’tikad,
yang benar dan haq adalah datangnya semata-mata dari Allah Azza wa Jalla,
dan kekhilafan serta ketidaksempurnaan adalah dari kami,
dengan diiringi istighfar serta mohon ma’af atas segala kekhilafan kami
beserta keluarga dari Muslimin wal Muslimat.
Rahimakumullah wa iyyakum ajma’iin.
وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Machfudi bin Machdor
Jakarta Timur, Senin 18 Mei 2026 / 01 Dzulhijjah 1447H
📌
Catatan: Kami lampirkan Sambutan silsilah sebelumnya karya Bapak H. A Dasuki
Rahimahullah. Bagi keluarga yang ingin menyampaikan susunan keluarga yang selanjutnya atau yang belum tercantum dapat mengirimkan kepada Admin melalui WA di nomor:
0877-8626-0590.
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Panitia re-uni atau lebih mantap kita sebut sillaturrahmi keluarga besar "Lurah" minta kepada penyusun untuk menyusun silsilah keluarga besar "Lurah".
Dengan perasaan berat penyusun menerima tugas itu, karena penyusun menyadari bahwa pekerjaan menyusun silsilah seseorang apalagi sekelompok keluarga yang sudah berkembang kurang lebih 500 tahun, ibarat sebuah pohon besar yang sudah banyak cabang dan rantingnya, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah.
Menulis silsilah suatu keluarga seperti halnya keluarga "Lurah" ini sama halnya dengan menulis/buku sejarah. Untuk itu diperlukan bahan-bahan yakni fakta-fakta yang terjamin nilai obyektivitasnya atau setidak-tidaknya sumber yang bisa dipergunakan untuk penyusunan yang dimaksud. Apalagi kalau pekerjaan itu harus diselesaikan dalam jangka waktu yang relatif sangat pendek.
Bahan-bahan yang sangat diperlukan untuk penyusunan silsilah itu sukar sekali diperoleh. Penulis pernah berusaha menghubungi orang-orang tua dari keluarga Lurah yang diperkirakan masih memiliki sumber-sumber penulisan yang autentik, akan tetapi yang penyusun peroleh hanyalah keterangan-keterangan secara lisan, yang terpaksa harus dikumpul dan direkonstruksikan sehingga merupakan suatu susunan silsilah yang agak tersusun rapih. Untunglah pada penyusun masih tersimpan sebuah buku silsilah keluarga besar Lurah yang ditulis oleh Almarhum ayah penyusun Kiyai H. ABDULLAH FAKIH, tanpa disebutkan sumbernya.
Buku itulah satu-satunya sumber yang bisa penyusun pergunakan untuk penyusunan silsilah ini ditambah dengan hasil pengumpulan penyusun sendiri. Namun penyusun sendiri yakin bahwa buku silsilah itu masih jauh daripada kenyataan yang sebenarnya. Mungkin saja banyak anggota keluarga atau keluarga yang merasa dirinya keluarga Lurah tidak/belum termasuk dalam buku silsilah yang sekecil ini. Yang pasti bahwa generasi muda keluarga Lurah belum termasuk dalam silsilah ini, karena buku silsilah ini disusun hanya sampai kepada generasi tua.
Akan tetapi dengan adanya sillaturahmi keluarga besar Lurah yang diselenggarakan mulai tahun ini dan diharapkan dapat diadakan setiap tahun, maka silsilah yang akan berlangsung terus itu dapat disempurnakan. Oleh karena itu silsilah ini hanya merupakan landasan penyusunan silsilah lebih lanjut. Alangkah lebih sempurnanya jika diantara keluarga Lurah ada yang memiliki naskah-naskah silsilah keluarga Lurah yang bisa dipergunakan sebagai pelengkap untuk menyempurnakan penyusunan silsilah keluarga besar Lurah di kemudian hari.
Penyusun agak mengalami sedikit kesulitan dalam menentukan systimatika penyusunan silsilah ini, karena besarnya susunan keluarga Lurah. Semula penyusun merencanakan menyusunnya dalam bentuk selembar kertas, agar mudah dilihat atau dipelajari secara keseluruhan. Akan tetapi setelah beberapa kali penyusun mencobanya ternyata tidak berhasil berhubung harus menggunakan selembar kertas dalam ukuran raksasa. Maka akhirnya penyusun terpaksa menyusunnya dalam bentuk buku, jika mungkin bisa dicetak dalam ukuran yang sedap dilihat dan mudah disimpan ataupun dibawa.
Tidak pula kurang pentingnya adalah masalah "KI GEDENG LURAH". Siapa sebenarnya yang disebut Ki Gedeng Lurah itu? Sepanjang yang penyusun ketahui dari sumber yang ada pada penyusun, yang menjadi pangkal keluarga besar Lurah yang berkembang dan berpencaran di mana-mana hingga sekarang, ialah KIYAI KHANUDDIN. Mungkin masih ada tokoh lain yang mendahului Kiyai Khanuddin di Lurah yang lebih tepat disebut Ki Gedeng Lurah yang pertama. Hal mana masih memerlukan penelitian secara mendalam disamping harus diperkuat oleh data-data autentik dan terjamin nilai obyektivitasnya.
Dalam silsilah ini penyusun cantumkan serangkaian nama-nama diatas Kiyai Khanuddin sampai kepada Kanjeng Gusti Susuhunan Cirebon.
Silsilah itu bukan berasal dari naskah silsilah peninggalan Almarhum Kiyai H. Abdullah Fakih melainkan penyusun peroleh dari suatu sumber autentik berupa Kitab Suci Al Quran tulisan tangan Almarhum Kiyai Haji Brawi yang ditulis pada tahun 1270 H. yang berarti sudah berusia kurang lebih 125 tahun. Kitab Suci Al Quran tersebut masih tersimpan pada penyusun.
Yang terakhir dengan segala kerendahan hati dan dengan semboyan tak ada gading yang tidak retak, penyusun persembahkan buku silsilah ini kepada segenap keluarga Lurah dimanapun juga bermukim untuk dipergunakan sebagai pelita dalam usaha mempererat sillaturrahmi keluarga Besar Lurah.
Kepada Nenek Moyang kita yang telah berjasa meninggalkan pelita yang tidak ternilai harganya bagi keluarga Lurah kami panjatkan ucapan syukur dan do'a semoga Arwah beliau-beliau diterima disisi Tuhan. Amin.
Cirebon, 15 Maret 1974.
Penyusun,
H. A. D A S U K I
📜 VALIDASI MANUSKRIP ASLI (PDF)